Senin, 23 Desember 2013

SELAMAT HARI IBU, BUNDA..



Tanggal 22 Desember kemarin suasananya agak tersentuh ketika semua sahabat mengucapkan "Selamat Hari Ibu". Aku jadinya ikut diajak untuk berfikir tentang cara mengekspresikan ucapan selamat pada ibu, sementara Bundaku sedang perjalanan jauh membawa perbekalan yang selama ini beliau ikhtiarkan. Tapi kan ucapan ini bukan fisik sebenarnya tetapi tentang bakti kita kepada bunda kita. Ya jika beliau sudah meninggal kita bisa menyampaikannya lewat lantunan do'a kita. Semoga kebahagian yang tengah kita rasakan saat ini sampai pula padanya. Aku yakin sesuai dengan janji Allah bahwa anak yang sholeh merupakan investasi bagi orang tuanya. Semoga do'a-do'aku melapangkan kuburnya dan diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT. yaitu syurga dengan kenikmatan yang tiada henti. Amin.

Ya mungkin hanya ini..


Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...
Ibu
Ibu
Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...
Ibu
Ibu

(Iwan Fals)

*Dae Ova dan Dae Agus

Sabtu, 21 Desember 2013

MENIKAH, MENGAJARKAN BANYAK HAL


Alhamdulillah..hari ini tepat setahun yang lalu (20-12-2012)..
semoga kita selalu dihimpun dalam kebaikan..aamiin..
jazakallah buat semuanya.. mas Ini Noval..
yang selalu di hati,ingin bersamamu seribu tahun lagi..
(Farida Amalia)

Menikah selalu menjadi kran yang mengaliri cinta. Cinta tumbuh dan bersemi bersama berputarnya waktu. Cinta selalu hadir bersama sebuah momentum yang tepat, selalu menjadi sebuah titik awal sketsa sebuah perjalanan kehidupan. Memberi warna, kebahagiaan, dan terkadang memberi bumbu pelengkap perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya.

Menikah seharusnya difahami sebagai lompatan menuju keridhaan dan surga Allah yang tidak pernah putus kenikmatannya. Maka dalam melewatinya semestinya bertabur amal sholeh. 

Menikah itu pula dimaknai sebagai perjalanan yang sangat panjang, yang butuh perbekalan yang cukup, butuh kesabaran, butuh kematangan diri yang luar biasa. Atau minimal butuh ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk belajar menjadi suami/istri yang baik yang kemudian selalu menjadi tauladan bagi anak-anaknya.

Menikah itu belajar menjadi diri sendiri dan belajar mau menerima diri orang lain. Belajar berbeda sekaligus belajar bijaksana dengan perbedaan yang muncul didalam keluarga. 

Menikah itu harus diterjemahkan sebagai bagian terkecil dalam lingkaran kehidupan yang besar, sehingga perspektif kita tentang menikah harus utuh. Menikah itu hidup maka menikah itu melekat dengan bahagia dan sedih, lapang dan sempit, mulus dan berliku-liku, dan sederhananya adalah penuh hal menarik yang buat kita tersenyum dan tertawa juga penuh hal menantang yang bikin kita tertantang atau bahkan sedih. Tetapi jika paradigma menikah kita selesai seharusnya kita menggambari ekspresi dalam melewati perjalanan bersama bahtera rumah tangga itu dengan senyuman.

Karena itu pula terkadang niat baik menikah itu takluk dengan persepsi kita yang sulit tentang jalan kecil yang akan kita lewati dalam mencapainya. Padalah rumus dasarnya kita fahami bahwa kita pasti merasa sesuatu itu mudah atau susah ketika kita telah melewatinya dengan tuntas, artinya jalani atau hadapi saja dan selanjutnya tawakkal kepada Allah. 

Ketika saya dahulu berbincang tentang menikah bersama sahabat-sahabat saya sesama bujang, yang selalu muncul dalam perbincangan kita adalah kegundahan dan bayangan yang susah tentang jalan menuju kesana. Ada saja rasanya kesulitan-kesulitan yang akan dilewati jika memilih pilihan yang dikatakan pilihan besar ini, seperti tertutup semua ruang peluang yang ada, seperti kita tidak punya kelebihan yang menjadi alasan orang lain memilih kita. Seperti tak ada artinya deretan riwayat organisasi yang memenuhi baris biodata yang telah kita tulis. Tetapi setelah saya memberanikan diri memilih pilihan ini ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan jauh lebih mudah dari yang kita bayangkan. Saya pikir-pikir ternyata sangat banyak waktu yang saya gunakan untuk memberi peluang pada pertimbangan yang tidak jelas. Waktu yang banyak inilah yang kadang dipenuhi oleh kegalauan yang sangat panjang. Semoga tidak semua kita mengulur waktu pada sebuah impian merangkai jalan menuju kesempurnaan sebagian Dien. Bahtera rumah tangga. Semoga kita dimudahkan.

Saya sepakat bahwa profesi pertama seorang pengantin baru itu adalah provokator. Menjadi provokator pada semua komunitas bujang, menyebarkan virus menikah itu indah, menikah itu nikmat, menikah itu menenangkan, dan menyemangati dalam melakukan amal-amal kebaikan. Entah kenapa juga seolah ada sesuatu yang mendorong kita ingin bercerita pada semua orang tentang keindahan menikah. Tetapi itulah luar biasanya salah satu anugerah Allah, dan kita wajib bersyukur atas semuanya.

Ya tidak pantas kita membandingkan keindahan dan nikmat yang kita raih ketika menikah dengan aktivitas pacaran yang tidak jelas yang hanya menuai benih-benih dosa. Mungkin juga tidak sesederhana kalimat  ini, karena arus godaan bagi para  bujang bisa jadi lebih kuat dari gelombang dilautan. Tetapi saya hanya ingin katakan bahwa dunia kita kini penuh arus yang terus menjerumuskan kita, kampanye penyulut syahwat telah mengisi waktu kita lebih dari 24 jam. Jika kita tidak memiliki dasar keislaman yang kuat bisa dipastikan kita akan terbawa arus ini. Zaman telah melupakan kita bahwa sesungguhnya hidup kita hanyalah numpang singgah dan masih ada perjalanan selanjutnya yang lebih pasti dan akan ada lagi suatu waktu dimana semua jejak perjalanan kita akan dimintai pertanggung jawaban. 

Hari ini (20 Desember) tepat satu tahun saya menikah. Perjalanan satu tahun ini mengajarkan saya banyak hal. Mengajarkan saya membuka diri; menaklukkan ego diri dan siap menerima karakter manusia baru yang telah hadir dalam kehidupan saya. Mengajarkan tanggung jawab. Mengajarkan bahwa nikmat yang sempurna bagi orang yang menikah adalah ketika senang dan bahagia serta sedih dan susah melebur menjadi satu. Ketika pula satu masalah yang rumit terurai satu demi satu bersama kebijaksanaan dan kedewasaan diri. Mengajarkan beradaptasi dengan keluarga baru dengan nilai-nilai yang dibangun didalam kesehariannya sangat berbeda dengan keluarga saya. Mengajarkan mencintai mereka yang menjadi orang tua baru bagi saya. 

Diawal terasa begitu rumit, tetapi lambat laun kemudian waktu memberi bukti bahwa kita sukses melewati ini dengan baik. Sungguh menjadi seperti meraih satu cita-cita yang telah sekian lama kita impikan. Dan waktu kemudian membuktikan bahwa kita menjelma menjadi diri yang mampu menghadapi segala lika-liku ini. 

Setahun tentu baru seumur jagung jika dibandingkan dengan mimpi-mimpi yang ingin saya dan istri raih. Dunia dan semoga pula diakhirat. Semoga segera diberikan jundi yang sholeh/sholehah yang kelak menjadi pejuang Islam. Dan Semoga pelajaran berharga setahun ini menjadi bekal bagi keluarga kecil saya dalam menghadapi tantangan-tantangan ditahun berikutnya. Amin..


Kamis, 19 Desember 2013

CATATAN PERJALANAN BER-LSM


Sekedar mengenang jejak #berLSM yang telah setahun tidak ku geluti lagi.

#berLSM Gerbang baru, tempatku menemukan warna-warni aktivitas yang tak asing.

Aktivitas #berLSM memang fase tetapi bagiku untuk beberapa hal adalah seperti melanjutkan perjalanan

#berLSM itu; penuh dengan ruang-ruang dialektika,motivasi mengembangkan diri,dan egaliter.Ya sudah pasti kita bisa memelihara idealisme.

Aku nyaman #berLSM karena kita bisa menyelesaikan urusan serius dengan santai.

Tidak banyak orang yang membuka mata bahwa sebagian kepingan perubahan juga dikumpulkan dari tangan-tangan mereka yang #berLSM.

Ya memang kultur yang dikonstruk oleh aktivitas #berLSM menjadikan setiap penggelutnya menjadi orang-orang yang substansial.

Jadi tidak sekedar mengenakan seragam seperti sebagian orang yang ingin menjadi abdi negara padahal tidak memberikan kontribusi apa-apa.

Kita semestinya mencatat bahwa wajah LSM tidak lagi demonstrasi ansih tetapi sudah dengan pendekatan partisipasi..

Memang tidak bisa juga kita menutup mata bahwa dijaman yang sudah modern ini masih banyak yang menggunakannya menjadi alat pemeras.

Ya #berLSM adalah pilihan perjuangan memberi kontribusi pada pembangunan.

Aku pula ingin mencatat tentang perubahan subyek dan obyek. Kedua Aktor cerita yang durasinya menari dengan cara yang khas berbeda.

Satu terlihat sangat lamban sebagai produk generasi tua, dan kultur yang kita anggap sudah statis ternyata dinamikanya sangat cepat.

Diruang #berLSM yang begitu deras dinamika intelektualnya ternyata ciri khas feodalisme masih menggurita.

Anti kritik,sangat birokratis,tidak egaliter,ya sampe kemudian otoriter.Ini juga yang kemudian saya kawinkan dengan ciri khas generasi tua.

Berat diajak berfikir kekinian, apalagi harus melek tekhnologi. Berat!!

Berat mereka diajak untuk menikmati menggunakan mobil,helikopter,dan pesawat,karena kemampuan mereka telah terbiasakan oleh sepeda ontel.

Tapi kita harus mengapresiasi keinginannya untuk beradaptasi dengan dinamika zaman. Sekalipun mereka terus menyanyikan lagu lawas.

Saya ingin memastikan bahwa warna ini pula yang melengkapi dinamika #berLSM.

Kalau dilukiskan sederhana kita akan menemukan orang-orang tua yang statis, tua dinamis..

Mereka yang berharap dicerdaskan oleh sistem #berLSM,mereka muda yang mau belajar,dan muda yang punya visi dan konsep tentang masa depan.

Yang kedua adalah tentang kultur yang sudah terbentuk dimasyarakat, tentang nilai yang membentuk mereka. Bisa kok mereka dinamis..

Dua hal yang ingin saya catat selama mengenyam proses #berLSM. Pertama, tentang membangun dengan swadaya. Kedua, Kepemimpinan perempuan.

Terus terang,awal berproses sebagai pendamping lapangan,saya ragu melakukan intervensi di komunitas karena saya tidak pernah memberi "sangu"

Pertanyaan bathin saya "mau tidak mereka diajak melakukan perubahan tanpa imbalan apa-apa?"

Saya ragu karena bangunan faham saya; masyarakat kita telah lama dimanjakan dan dibesarkan dengan 'tangan dibawah".

Bahkan ada disatu desa, masyarakat tidak pernah mau hadir dalam kegiatan jika bukan LSM tertentu.Karena mereka pasti pulang membawa sangu.

Ini juga sekaligus semakin membentuk cara pandang saya tentang kultur masyarakat. Juga kultur komunitas. Karena orangnya sama.

Tetapi tidak mungkin berhenti disini, karena proses harus terus berlanjut. Perlu mengukur strategi dan rencana aksi.

Dan dalam konsep Community Organisation (CO).Seorang CO tidak sekedar menjadikan pendampingan sebagai rutinitas saja tetapi harus menjadi satu gerakan.

Dia tidak hanya menggugurkan kewajiban pekerjaannya tetapi ada visi yang jelas.Ada nilai yang telah menjadi mindsetnya melakukan intervensi.

Seiring dengan waktu nilai-nilai itu bisa kita lihat menjelma menjadi sikap dan pola prilaku yang sudah berbeda.

Akhirnya yang kita bincangkan kemudian adalah soal penyimpangan pelayanan, advokasi kasus, dan soal hak warga yang terpenuhi.

Komunitas (embrio) memahami bahwa melek terhadap ketimpangan pelayanan adalah masalah mereka.Dan tidak mungkin selamanya diurus oleh orang luar.

Makanya kemudian menjadi proaktif bersama-sama warga yang lain membantu sekaligus mengingatkan pelayanan yang tidak sesuai harapan.

Yang kedua yang ingin saya catat adalah soal kepemimpinan perempuan. Tradisi mengakar yang telah kita bongkar bersama

Ada dibeberapa desa dampingan yang punya stigma tentang keterbatasan kapasitas perempuan. Sampai ditutup ruang untuk berproses.

Dan yang lebih parah lagi adalah menempatkan perempuan di tiga tempat. dan tidak bergeser sedikirpun. Yaitu kasur,sumur,dapur.

Masih ingat ketika diskusi & pembentukan struktur komunitas di Karamabura.Sangat alot ketika ada seorang ibu yg meminta diri menjadi ketua.

Padahal sehari-hari ibu ini biasa membantu masyarakat untuk membuat KTP dan Kartu Keluarga secara gratis.
Setelah kita juga kemudian terlibat diskusi lalu memberi pertimbangan akhirnya diputuskan seorang ibu tersebut yang memimpin komunitas.

Ya perlu dicatat juga banyak komentar yang meragukan sebelum ibu ini disepakati forum.

Padahal dalam prosesnya kemudian kita ingin melepaskan tradisi birokrasi yang kaku dan menggantinya menjadi komunikasi efektif yang cair.

Ya tidak harus melewati prosedur birokrasi yang ribet. Cukup dengan komunikasi informal untuk bisa mesukseskan agenda-agenda pembangunan.

Soalnya kadang-kadang masyarakat kita gila jabatan. Jabatan yang diperebutkan tidak diimbangi dengan kerja-kerja yang produktif.

Rakus terhadap jabatan. Seolah-olah seperti hanya tidak ingin posisi itu ditempati orang lain. Karena kalau ya dia yang depresi. Aneh!

Dan ruang-ruang proses inilah yang kemudian membuka mata bahwa sesungguhnya karya itu lebih jujur dari pada kekhwatiran yang berlebihan.

Berbanding lurus dengan semua proses yang ada. Intensitas pendampingan dan diskusi memberi implikasi yang luar biasa

Banyak kasus pelayanan yang dikawal dan diadvokasi oleh komunitas. Baik ditingkat poskesdes, puskesmas, hingga ke RSUD.

Dan kemudian dlm diskusi bersama mereka muncullah inisiatif untuk membangun kekuatan yg lebih kuat untuk mengadvokasi kasus yg lebih besar.

Membuat forum kabupaten untuk mendorong regulasi demi optimalisasi pelayanan kesehatan. Ya intervensi DRPD, Dikes, RSUD, dan pihak terkait.

Ada sensasinya proses #berLSM ini ketika cerita sukses menundukkan asumsi awal kita.

Dan sekalipun periodenya selesai semangat untuk memberi pencerahan soal Pelayanan Kesehatan yang Optimal selalu kita share dengan siapapun.

Dan memang seharusnya nilai-nilai yang kita perjuangkan selalu terinternalisasi dalam diri. Dan itu saya rasa seperti menjadi komitmen diri.

Seperti ilmu netes. Tetesan kita adalah sesuai yang kita konstruk pada diri kita. Maka berlaku juga "kabura maktan" yang dikatakan Qur'an.

Semoga catatan ini mengingatkan kembali tentang perjalanan, tentang perjuangan, tentang nilai, dan tentang diri kita sendiri.

Sekian..


https://twitter.com/penaamatir

Minggu, 01 Desember 2013

#BUNDATERSAYANG, SEMANGAT DAN INSPIRASIMU SELALU HIDUP (1 Des 2011-1 Des 2013)


#Bundatersayang, ingin menulis surat untukmu. Lama tidak bersua dan berbagi cerita bersamamu, meski dunia kita telah berbeda.

1 Desember, saat yang tetap ada dalam catatan sejarahku. Saat dimana separuh jiwaku hilang..#Bundatersayang

Meski hembusan nafas terakhir itu tidak kusaksikan, tetapi rasanya dunia ini runtuh..#Bundatersayang

Tapi aku tahu kenapa aku ditakdirkan tidak disampingmu saat itu, karena bisa jadi aku orang yang paling tidak siap.#Bundatersayang

Ya siapapun yang melewati ini, pasti sulit. Apalagi aku yang selalu terinspirasi dengan sosokmu.#Bundatersayang

Dan 1 Desember ini semua mata mengantarkan kepergianmu. Dan semua mata heran karena mungkin aku yang terkuat saat itu. Padahal jiwaku merintih.#Bundakutersayang

Duniaku seketika gelap. Karena engkau cahaya inspirasiku. Juga semua orang yang hidup dengan semangatmu.#Bundatersayang

Aku sedih.Tapi aku ingin selalu kuat.Semangatmu seolah menambahkan dua kaki lagi bagi kehidupanku.#Bundakutersayang

1 Desember dan setelahnya, hidup kami seolah berubah menjadi wajah yang lain.#Bundakutersayang
Karena aku yang selalu bersamamu saat itu. Aku menjelma menjadi sosok inspirasimu, yang tak pernah menyerah dengan terik matahari dan derasnya hujan.#Bundakutersayang

Karena semua boleh hilang dalam hidup kita kecuali satu hal yaitu harapan. Dan setelah itu dia selalu hidup bagiku.#Bundakutersayang

Aku lalu berubah menjadi matahari. Tidak hanya memberi sinar tetapi juga memberi sumber semangat melewati hari-hari tanpa engkau.#Bundakutersayang

Aku tau semua hati seisi rumah begitu susah melepas bayang-bayang senyummu, tetapi semuanya dibungku senyum; mengikis kenangan dan merangkai hari esok.#Bundatersayang

Kami mungkin yang terlalu menggantungkan diri kepadamu. Sehingga rasanya kami seperti tak punya kaki. Ya akhirnya sedikit merangkak mencari dimanapun ruang yang memberi cahaya.#Bundatersayang

Hari-hari itu berat karena aku harus menggantikan peranmu. Menggantikan setiap asupan semangat pagi yang selalu hadir bersama sinar mentari.#Bundatersayang

Aku mulai merasakan betapa susahnya menjadi srikandi dirumah kita.#Bundatersayang

Tetapi aku ingin semua baik-baik saja, ingin semua tetap dalam garis yang benar. #Bundatersayang

6 bulan kemudian, aku menjadi tim sukses. Mendorong bapak untuk menikah lagi. Mendekatkan diri pada yang maslahat untuk menghindari kemudharatan. #Bundatersayang

Engkau tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun dalam lubuk hati kami. Tetapi semua inspirasi,semangat,nasehat,dan obsesimu justru membuat kami semua lebih tersenyum menyambut warna hidup setelahnya.#Bundatersayang

Alhamdulillah, bapak menikah dengan orang yang baik.Ibu kedua yang baik bagi kami. 1 tahapan hidup telah dilalui.#Bundatersayang

Setelah itu sepertinya tidak ada lagi alasan terlogis yang membuatku harus menunda menyempurnakan separuh Dien. Aku merasa saatnya mengambil pilihan ini. #Bundatersayang

6 bulan kemudian, dengan segala lika-liku prosesnya. Akhirnya aku juga menikah. Tuntaskan separuh Dienku. #Bundatersayang

Hmm..istriku,yang mungkin dulu hanya ada dalam anganmu yang tak jelas sketsanya. Sekarang dia menjadi penguat hari-hariku. #Bundatersayang

Dia yang juga akhirnya harus merindukanmu. Merasa ingin membuka ruang waktu yang lain agar bisa bersua denganmu. #Bundatersayang

Dia yang juga merasa terinspirasi jika ku urai sejarahmu yang luar biasa. #Bundatersayang

Dia yang kurasa sangat mirip pribadinya denganmu. #Bundatersayang

Dan keluarga inilah yang kurasa memupuk kembali rasa cinta yang sempat hampa. Ruang kasih sayang yang sempat bingung mencari tuannya. #Bundatersayang

Keluarga ini pula yang membuatku selalu merasa mengingat kebaikan dan kasih sayangmu. #Bundatersayang

Mereka seperti engkau yang selama ini selalu tersenyum dalam jiwa ragaku. #Bundatersayang

Yaah..6 bulan pula aku meletakkan cinta dibagian terkecil dalam ruang hati mereka. #Bundatersayang

Aku tetap merasa bahwa Dompu-lah hidupku. Disanalah medanku menambatkan mimpi-mimpiku, serta meraihnya. #Bundatersayang

Ada kisah, ada sejarah, dan ada cinta yang dahulu terurai rapi disana. Satu persatu mengambil ruang tersendiri dalam lukisan kehidupanku. #Bundatersayang

Seperti cita-cita kita dahulu mam, bahwa kita adalah salah satu orang cerdas yang akan mengambil bagian dalam mencerdaskan daerah ini. Sekalipun kita baru sampai pada pintu rumah kita masing-masing. #Bundatersayang

Tetapi satu hal bunda, aku sedang meraba-raba ruang aktualisasi yang lain, karena ceritanya telah berbeda. #Bundatersayang

Aku merasa kita adalah orang yang berjuang untuk nilai dan bersamaan dengan itu kita lah yang telah mengaburkan substansi nilai-nilai itu. #Bundatersayang

Semakin menyadarkan bahwa memang hidup itu adalah pertarungan. Bertarung untuk hidup. Minimal hidup kita sendiri. #Bundatersayang

Tetapi kesan awal diperhelatan ini sangat mengakar, sangat menegaskan pilihan untuk tetap berada disini. Semoga momentumnya tepat. #Bundatersayang

#Bundatersayang, sempat ada satu beban yang belum tuntas. Ini juga amanahmu. Berbicara tentang masa depan adek tersayang yang belum ketemu gerbang momentumnya.

Seperti hidup pada umumnya. Dian menemui masalah hidupnya sendiri. spektrumnya berbeda, tapi substansi outputnya sama. #Bundatersayang

Tetapi alhamdulillah dia telah sukses dengan jalan yang ia tempuh. Yang pasti Agus Arfianto yang sekarang bukanlah dia yang dulu. Yang memandang hidup hanyalah satu warna. Berkecukupan. #Bundatersayang

Dia tangguh. Dia sabar. Dia tabah. Dia bijak dan dewasa. Dia masih bersama tetesan mimpimu dahulu mam-yang selalu optimis dengan masa depan. #Bundatersayang

Dia berhasil menaklukkan kemanjaan dan kekanak-kanakannya untuk sebuah asa yang dia ingin raih. #Bundatersayang

Lalu kemudian dia menjemput waktu terbaiknya untuk menyempurnakan agama. Alhamdulillah, bumi ini rasanya tersenyum indah karena ternyata harapan-harapannya telah berkumpul bersama kami dalam perjalanan menyusulmu. #Bundatersayang

Aku sempat mampir digubug kecil bertamankan mimpi-mimpi mereka. Luar biasa indah. Penuh cinta disana. Dan insha Allah suatu saat nanti akan berada pada titik roda yang terbaik.”Hidup”. #Bundatersayang

Oiya Nur Hidayah-menerjemahkan harapanmu dengan caranya sendiri, dia juga masih dalam warna mengejar mimpinya. Tentu untuk membayar bahagiamu yang tertunda bunda. #Bundatersayang

Praktis hari ini kami seolah seperti para pendekar yang sedang berguru dipadepokan yang berbeda. Semoga ada saatnya senyum yang sedang berserakan ini menemukan waktu terbaiknya untuk menjadi satu. Sedia kala bunda. #Bundatersayang

Kami telah usai membagi peran masing-masing atas skenario ini. Saatnya kami memulainya pada titik nol sembari memasang mimpi-mimpi kami di 5 cm di atas kening kami. #Bundatersayang

Semoga semangat dan inspirasimu selalu hidup sampai generasi kami menggantikan peran-peran ini. Dan semoga Allah meridhainya. #Bundatersayang

Spesial untukmu #Bundatersayang, bahwa semoga Allah mengampuni dosamu dan menempatkan engkau ditempat yang terbaik. Amin

“Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulaha wawassi’ madkhalaha waj’alil jannata maswaha Allahumma la tahrimna ajraha wa la taftinna ba’daha waghfir lana wa laha”. #Bundatersayang

“Allahummaghfirli wali wali dayya warkhamhuma kama robbayani soghiro”
Ya Allah Ampunilah dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil. Amiin #Bundatersayang