Senin, 25 April 2011

SEMANGATMU MENGEJAR HARAP

kekar tubuh itu tak bisa lagi ku lihat,
ceramah panjangmu tak kudengar lagi,
pasrah?
jawabmu tidak,
meski kadang kakimu tak bisa lagi menopang,
semangatmu untuk berlari mengejar harap,
biarlah teriakmu dalam tangisan,
dengarkanlah katamu dalam diam,
mengertilah harapmu dalam juang,
tak sanggup ku melihatmu menangis,
wahai sandaran penatku,
tahan rinai ini,
agar tak jatuh dihadapanmu,
hanya satu pinta kau bisa beriku manja sedia kala,

SEPI,..

sepi,
sunyi,
kau ada,
seolah tak terasa,
kau menyapa,
lalu maya,
suaramu tersumbat di sudut itu,
padahal aku menunggu,
janjimu terpatri,
hingga mengisi sudut hati,
enggan ku ulurkan,
hingga serumpun,
cita ini ada,
hingga kau tak ada,
aku menunggu,
suaramu menyentuhku,
aku ingin bahagia,
sampai hidup tak akan pernah ada,

Minggu, 03 April 2011

BINGUNG JUDULNYA APA,..

Angin kelabu dari negeri awan
Membawa sisa asa dan obsesi,
melewati jalan para anbiya,..

terasa mulai menguak..
Satu alur kisah yang tak mungkin berulang,
Bersama dedaunan yang berserakan
yang ada tinggal wajah lusuh..

ku saksikan hari mulai gelap..
lilinpun menerangi dengan keterpaksaan,,
dan keremangan membuatnya semakin tak jelas,

pasrah saja dengan takdir ini,.
Cahaya itu hilang pada malam di ujung itu..
tubuh ini terhenti dalam ketidak berdayaan..

Aku tau ada yang mengatur,.
Pemberi takdir sebelum manusia mengenal semesta
Mimpi itu membawa ku pada keindahan obsesi ini,

Lepaskan,.
Biarkan obsesi ini sekedar menjadi mimpi,
Tak lebih dari itu,
Karena kita tak pernah tahu,
Ada cerita apa di esok pagi,

Malam ini mulai larut,
Tangkap pertanda nya,.
Ada surga yang akan kau raih disepertiganya nanti,
Bersama niat ini,

Mari bermimpi setinggi awan,
Lalu kau tawakkal dengannya,
Entah apa makna yang esok akan diketengahkan
Biarkan semua indah pada waktunya